Senin, 16 November 2009

Konfirmasi Tentang Miyabi oleH penulis n sutradara Raditya Dika

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tahu tentang rencana penggarapan film “Menculik Miyabi”, sebuah film oleh Maxima Pictures. Dari awal pembentukan ide ini, Dika didaulat sebagai penulis naskah (scriptwriter) dan pemeran utama untuk film tersebut. Dia rasa ini akan menjadi film yang cerdas, lucu, dan komedik tanpa harus ada unsur porno sedikit pun. Tadinya gue berpikir seperti itu.

Namun, pada perkembangannya, banyak kontroversi yang ada di dalam masyarakat. Banyak yang menolak, banyak yang menentang, terutama dari FPI dan MUI. Dia pribadi, sebagai penulis naskah yang merasa "karya gue tidak akan jorok dan porno (gue sendiri gak suka komedi seks yang ada marak di bioskop Indonesia), gw maju dengan idealisme gw untuk membuat film komedi dengan Miyabi tanpa harus porno-pornoan" Katanya.

Perkembangannya pun pesat. Membaca komentar orang-orang, terutama dari orangtuanya, keluarga, dan bahkan dari beberapa situs yang menentang seperti Komisi Pencekalan Miyabi, dia jadi memikirkan ulang atas keterlibatannya di film ini. Semua hal ini membuatnya jadi berpikir tentang pembacanya, yang masih anak SMP, SMA, bahkan anak SD, yang mungkin saja membaca buku dia dan ingin tahu project dia selanjutnya dan malah secara “tidak sengaja” berkenalan dengan Miyabi karena dia lagi menggarap film tersebut. Tekanan tanggungjawab moral dia seperti ini kepada pembaca dia, plus tekanan sosial keluarganya, dan kepentingannya sendiri, membuatnya pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari film ini, baik sebagai penulis skenario maupun pemain di dalamnya. So, there. I quit.

Kabar terakhir yang dia tahu dari Maxima, mereka masih akan menjalankan Menculik Miyabi, sutradaranya tetap mas Rako Prijanto (D’Bijis, Ungu Violet), dan penulis skenario-nya, seperti dia terakhir ketemu, adalah Raditya Mangunsong (Kamulah Satu-Satunya, Untuk Rena). Semoga menjawab pertanyaan pembaca, dan teman-teman sekalian katannya.

Gmana dengan anda smua??